Pengukuhan Guru Besar FMIPA, Unesa

 Guru Besar FMIPA, dari kiri ke kanan berturut-turut (Rektor Unesa, Prof. Wasis, Prof. Tatag, Prof. Erman, dan ketua senat Unesa)

 

Jabatan tertinggi pada profesi dosen ialah guru besar atau profesor. Profesor menjadi ikon pada suatu program studi baik jenjang s1, s2, dan s3. Dengan begitu, posisi keilmuan menjadi lebih kokoh dan prestisius. Senin, 25 November 2019, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) berhasil mengukuhkan tiga profesornya, yaitu Prof. Dr. Erman, M.Pd., sebagai professor pada bidang Imu Pendidikan IPA; Prof. Dr. Tatag Yuli Eko Siswono, M.Pd., sebagai profesor bidang Ilmu Pembelajaran Matematika sekolah; dan Prof. Dr. Wasis, M.Pd., profesor pada bidang Ilmu Evaluasi Pendidikan IPA-Fisika. Masing profesor mengambil tema yang berbeda, tetapi saling mendukung pada pembelajaran di MIPA. Pertama, Prof. Erman berpidato mengenai “Pembelajaran berbasis isu-isu makroskopik untuk mencegah salah paham dan promosi literasi sains”. Pidato beliau menitikberatkan bahwa masing-masing individu harus melek terhadap informasi dan menggali kebenaran informasi yang mereka terima. Munculnya hoaks atau berita bohong bermula dari belum terbentuknya tradisi literasi. Pada cakupan sains, hoaks pun bisa bermuatan negatif karena dapat menciptakan praktik-praktik yang tidak logis dan terkesan mengada-ada. Prof. Tatag, begitu sapaannya, menyampaikan tentang “Berpikir kreatif dan pengajuan masalah matematika”. Di era 4.0, beliau menekankan pentingnya manusia bisa berpikir out of the box. Pikiran yang kreatif, pada bidang matematika, memunculkan logika dasar yang dapat mendukung pertumbuhan pola pikir peserta didik yang lebih baik. Terakhir, pada kesempatan yang sama, Prof. Wasis mengangkat judul “Meaningful Assessment dalam pembelajaran IPA-Fisika”. Beliau mengawali pidatonya dengan sebuat karikatur tentang penilaian yang umumnya dianut di sekolah-sekolah. Karikatur tersebut menampilkan beberapa jenis hewan, tetapi penilaian yang digunakan hanya satu macam. Tentu saja, tidak semua hewan bisa lulus untuk uji tersebut. Di situlah pentingnya mengangkat sistem penilaian yang bermakna bagi setiap peserta didik yang memiliki potensi yang berbeda-beda.

Proses pengukuhan berjalan sangat khidmat. Turut hadir pada kesempatan tersebut ialah Rektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa), ketua, dan anggota senat Unesa. Rektor mengamanatkan bahwa dengan diembannya tugas yang mulia bagi para guru besar, guru besar tersebut wajib menjaga marwah Unesa sebagai salah satu kampus besar. Dalam acara itu, turut hadir keluarga masing-masing guru besar, tamu undangan, dan kolega Jurusan IPA, Matematika, dan Fisika.

Selamat Prof. Erman, Prof. Tatag, dan Prof. Wasis. Semoga menjadi inspirasi para dosen muda untuk terus berkarya. Aamiin.

Leave a Comment