Yudisium Jurusan IPA gelombang III 2019

Suasana khidmat  seperti ini berlangsung sekitar 10 menit sebelum akhirnya suara tepuk tangan riuh berbunyi ketika dekan FMIPA, Prof. Dr. Madlazim, M.Si., secara resmi membuka Yudisium FMIPA Unesa ke-96. Rabu,25 September 2019 Auditorium Prof. Slamet Dajono menjadi saksi bagi rasa gembira, haru, dan bangga yang muncul dari wajah-wajah 250 yudisiawan. Ya, hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu tidak hanya oleh yudisiawan, melainkan juga dosen dan orang tua. Betapa tidak, yudisiawan menjadi tumpuan harapan bagi institusi dan orang tua untuk mengembangkan potensinya di masyarakat.

Suasana yudisium FMIPA

Seperti yang diutarakan oleh dekan FMIPA dalam sambutannya bahwa lulusan FMIPA harus mengembangkan diri sesuai dengan tren yang ada saat ini. Mungkin mereka bisa menjadi youtuber atau lainnya, tetapi harus tetap mengangkat nilai positif yang dijunjung tinggi oleh bangsa ini. Di acara tersebut, posisi pamuncak bagi program studi kependidikan dan nonkependidikan diperoleh secara berturut-turut oleh Jurusan Biologi dan Jurusan Kimia. Acara yudisium fakultas kemudian ditutup dengan tarian tradisional dengan musik modern yang sudah dimixed dengan gaya tradisional.

Belum usai, 17 alumnus Jurusan IPA selanjutnya menghadiri yudisium tingkat Jurusan yang berlangsung pukul 13.00-15.00 WIB di lantai 2 gedung C12. Acara dipimpin oleh Ketua Jurusan IPA, Prof. Dr. Erman, M.Pd. Hal yang paling dinanti ialah ketika dibacakan tiga pamuncak jurusan. Secara berturut-turut dari pertama hingga ketiga adalah Lolita Agustin, Wulan Rahayu, dan Diana Eka. Rasa bahagia dan bangga tampak dari wajah-wajah para yudisiawan, terutama mahasiswa pamuncak ketika memperoleh kenang-kenangan dari ketua jurusan.

Acara yudisium Jurusan IPA

Dalam sambutannya, Prof. Erman berpesan bahwa alumnus IPA harus menunjukkan karakternya, karena mereka bukan alumni fisika, kimia ataupun biologi. Yudisiawan harus mampu mengintegrasikan keilmuan-keilmuan tersebut menjadi satu, IPA. Selain itu, boleh jadi yudisiawan ada yang menjadi guru IPA ataupun profesi lainnya, tetapi kompetensi unggul mereka harus selalu diupdate dan selaras dengan perkembangan zaman. Acara kemudian ditutup dengan doa oleh Ilmi Firdaus, mahasiswa IPA 2017. Semoga ilmu dan pengalaman yang telah diraih diberkahi Tuhan yang Maha Kuasa sehingga berharga di kehidupan dunia dan akhirat. Aamiin.

Leave a Comment